Senin, 05 November 2012

laporan mingguan praktikum laju reaksi


LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM
KIMIA DASAR
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
LAJU REAKSI

Oleh :
HARTATI
E10011045
B2


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011
KATA PENGHANTAR
Assalamualaikum, Wr. Wb
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Mingguan Kimia Dasar yang berjudul Faktor-faktor yang memepengaruhi laju reaksi.
Penyusunan praktikum mingguan kimia dasar ini diselesaikan dalam waktu 1 minggu dan merupakan salah satu hasil dari  kegiatan praktikum.Laporan ini disusun berdasarkan proses praktikum yang telah dilaksanakan.
Pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada Asisten Dosen, teman – teman 1 kelompok dan semua pihak yang telah membantu dalam praktikum,sehingga laporan ini dapat diselesaikan.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan sebagai bahan penyempurnaan dilaporan mendatang.Harapan penulis, semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dapat digunkan sebagaimana mestinya, Amin. Wssalamualaikum, Wr. Wb
                                                     
                                                                  Jambi,  November 2011

                                                                  Penulis


                                                                                                                           i
DAFTAR ISI
KATA PENGHANTAR……………………………………………………...     i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….    ii
PENDAHULUAN……………………………………………………………    iii
          Latar Belakang………………………………………………………….     iii
          Tujuan Dan Manfaat……………………………………………………     iii
TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………...     iv
MATERI DAN METODA……………………………………………………    1
          Waktu Dan Tempat……………………………………………………..     1
          Materi…………………………………………………………………..      1
          Metoda…………………………………………………………………      1
HASIL DAN PEMBAHASAN……………………………………………...          3
KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………...          5
          Kesimpulan…………………………………………………………….      5
          Saran…………………………………………………………………...      5
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….       6

                                                                                                                                                                       



                                                                                                                           ii
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada mata kuliah kimia kita membahas “ Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi pada laju reaksi “ dan pada praktikum ini kita dituntun untuk memahami materi tersebut. Faktor – factor tersebut yaitu : Pengaruh konsentrasi pada laju reaksi, Pengaruh besar partikel atas laju reaksi, Temperatur, dan Katalis.
Agar praktikan dapat mengetahui alat-alat yang digunakan dalam praktikum hari ini dan dapat mengetahui zat-zat apa saja yang digunakan dan dicampurkan pada praktikum hari ini. Dan juga untuk mengetahui tata cara pemakaian alat- alat yang ada di laboraturium MIPA dan tata cara bagaimana memakai zat kimia yang digunakan pada hari ini.
Tujuan Dan Manfaat
Tujuan dilakukannya praktikum ini agar kita mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi pada laju reaksi
Sedangkan manfaatnya adalah mengetahui faktor – factor dari laju reaksi itu sendiri.







                                                                                                                           iii
TINJAUAN PUSTAKA
Sebelum pereaksi terlibat dalam suatu reaksi kimia mereka harus mengadakan kontak lebih dahulu satu sama lain. Terkadang kontak seperti ini cukup untuk memulai reaksi secara spontan. Meskipun demikian dalam banyak kasus di perlukan sumber energi dari luar untuk memenuhi terjadinya reaksi, yaitu untuk menyediakan energi aktivitas reaksi. Magnesium misalnya harus dipanaskan sampai temperaturenya naik terlebih dahulu sebelum bereaksi dengan oksigen dari udara. Sekali reaksi terjadi, reaksinya akan cepat sekali dan menghasilkan banyak panas (Krisbiyanto : 2008).
Pada katalis, beberapa reaksi berlangsung lambat sekali meskipun suhu cukup tinggi dan zat-zat pereaksi berada cukup dekat. Dalam kasus ini perlu ditambahkan bahan lain, yang tidak terlihat langsung dalam reaksi, yang kadang kala akan mempercepat perubahan kimia. Bahan-bahan ini di sebut katalis. Katalis-katalis mengubah kecepatan reaksi tanpa ikut berubah secara permanent. Dengan perkataan lain. Suatu jumlah katalis sebelum dan sesudah reaksi akan tetap sama. Suatu katalis menurunkan energi aktivitas untuk reaksi tertutup, yaitu dengan memperlemah atau memutuskan ikatan molekul pereaksi. Katalis yang berbeda memodifikasi kecepatan reaksi yang berbeda. Semua sel-sel hidup terdiri dari katalis alami yang disebut enzim, yang memungkinkan terjadinya reaksi-reaksi biokimia yang penting. Zat yang bertindak sebagai katalis disebut katalisator. Senyawa katalis diduga mempengaruhi kecepatan reaksi dengan salah satu jalan, yaitu dengan pembentukan senyawa antara (katalis homogen) atau dengan adsorbsi (katalis heterogen) katalisator menyediakan suatu jalan yang lebih menguntungkan yaitu dengan jalan energi pengaktifan yang lebih rendah. Fungsi katalis yaitu menurunkan sejumlah energi aktivitas yang dibutuhkan agar suatu reaksi dapat berlangsung (Tamran dan J. Abdul 2008 ;)


                                                                                                                                                                   
                                                                                                                                                                    iv
Kecepatan suatu reaksi juga meningkat oleh apapun yang menyebabkan pereaksi-pereaksi semakin besar hubungannya antara satu sama lain, ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu menaikkan suhu untuk reaksi endoterm, memperluas permukaan bidang sentuh pereaksi, meningkat konsentrasi pereaksi gas dan penambahan katalis(Purba:2002).
 Pada suhu, laju reaksi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah suhunya. Suhu juga berbanding lurus dengan laju reaksi karena bila suhu reaksi dinaikkan maka laju reaksi juga semakin besar (Wahyu 2010).
Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi. Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat (peevee veedies 'jutexmuetz’ 2009).








                                                                                                                           v
MATERI DAN METODA
Waktu Dan Tempat
Adapun praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 10 November 2011 pukul 12.00 – 14.00 Wib, bertempat di Laboratorium MIPA Universitas Jambi.
                                                             Materi            
Dalam praktikum ini alat dan bahan yang digunakan yaitu : Pada kegiatan 1, labu 250 ml 3 buah, tabung ukur 100 ml, larutan natrium tiosulfat 1 M, dan asam klorida 5 M. P ada kegiatan 2, batang gelas, gelas kimia 100 ml, mortar, kalium iodida, merkuri klorida. Pada kegiatan terakhir yaitu, pipet tetes 3 buah, gelas kimia 150 ml, tabung ukur 25 ml, tabung reaksi kecil, penjepit tabung reaksi, rak tabung reksi, stopwatch, larutan asam oksalat 0,05 M, kalium permanganat 0,01 M, asam sulfat 0,5 M.
Metoda
Pada kegiatan 1 reaksi antara natrium tiosulfat dan asam klorida yaitu :
Yang pertama tuangkan ke dalam masing – masing labu yang ditandai A, B, dan C 25 ml natrium tiosulfat 1 M.
Lalu ke dalam B, C tambahkan berturut – turut 25 ml, 50 ml air dan guncangkan labu – labu itu, agar terjadi pencampuran yang sempurna.
Langkah yang ketiga yaitu bubuhkan 10 ml asam klorida 5 M pada labu A dan kocok labu itu jalankan stopwatch tepat pada saat larutan asam klorida dituangkan dan hentiksn stopwatch itu tepat pada saat kekeruhan timbul.
Lakukan hal yang sama pada labu B dan C.
                                                                                                                           1
Kemudian bandingkan kecepatan pembebasan belerang itu dan terangkan hasil – hasil yang tercapai itu. Catat semua hasil percobaan pada lembaran pengamatan.
Pada kegiatan 2 reaksi antara kalium iodida dan merkuri klorida yaitu :
Yang pertama taruh kira – kira 2 gr masing – masing dari kalium dan merkuri klorida dalam gelas kimia dan amati perubahan yang terjadi.
Aduk campuran itu dengan batang gelas, mula – mula secara perlahan- lahan, kemudian  kuat sekali, dan akhirnya tambahkan air 1 ml. Catat semua pengamatan pada lembara pengamatan.
Sekarang gerus dahulu kedua zat itu secara terpisah dan campurkan dalam gelas kimia. Aduk dengan batang gelas dan amati apa yang terjadi. Catat semua pengamatan pada lembaran pengamatan.
Pada kegiatan 3 reaksi antara kalium permanganat dan asam oksalat yaitu :
Yang pertama encerkan 50 tetes larutan asam oksalat dengan air hingga menjadi 25 ml ( Larutan A ). Lakukan hal yang sama dengan larutan permanganate ( Larutan B ).
Kemudian dalam suatu tabung reaksi kecil bubuhkan kepada 2 tetes larutan A, 2 tetes larutan asam sulfat 0,5 M dan 1 tetes larutan B. Jalankan stopwatch ketika tetes terakhir ini ditambahkan. Ukur waktu yang diperlukan agar warna larutan hilang.
Lalu panaskan tabung reaksi yang mengandung 2 tetes larutan A dan 2 tetes larutan asam sulfat 0,5 M dalam air mendidih selama 10 detik. Kemudian tambahakan  1 tetes larutan B, dan catat waktu yang diperlukan agar warna kalium permanganat itu hilang. Dan terangkan hasil – hasil yang didapat itu, dalam lembara pengamatan.
                                                                                                                           2
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada percobaan 1 reaksi antara natrium tiosulfat dan asam klorida.
Labu
Waktu
A + 10 ml HCl
B + 25 ml Air + 10 ml HCl
C + 50 ml Air + 10 ml HCl
5 detik
30 detik
36 detik

Pada labu A waktu pelepasannya belerangnya lebih cepat yaitu 5 detik, pada labu B dengan waktu 30 detik, dan pada labu C dengan waktu 36 detik. Jadi dari ketiga labu memiliki selang waktu berbeda-beda. Pada katalis, beberapa reaksi berlangsung lambat sekali meskipun suhu cukup tinggi dan zat-zat pereaksi berada cukup dekat. Dalam kasus ini perlu ditambahkan bahan lain, yang tidak terlihat langsung dalam reaksi, yang kadang kala akan mempercepat perubahan kimia. Bahan-bahan ini di sebut katalis. Katalis-katalis mengubah kecepatan reaksi tanpa ikut berubah secara permanent. Dengan perkataan lain. Suatu jumlah katalis sebelum dan sesudah reaksi akan tetap sama. Suatu katalis menurunkan energi aktivitas untuk reaksi tertutup, yaitu dengan memperlemah atau memutuskan ikatan molekul pereaksi. Katalis yang berbeda memodifikasi kecepatan reaksi yang berbeda. Semua sel-sel hidup terdiri dari katalis alami yang disebut enzim, yang memungkinkan terjadinya reaksi-reaksi biokimia yang penting. Zat yang bertindak sebagai katalis disebut katalisator. Senyawa katalis diduga mempengaruhi kecepatan reaksi dengan salah satu jalan, yaitu dengan pembentukan senyawa antara (katalis homogen) atau dengan adsorbsi (katalis heterogen) katalisator menyediakan suatu jalan yang lebih menguntungkan yaitu dengan jalan energi
                                                                                                                                                                    3
pengaktifan yang lebih rendah. Fungsi katalis yaitu menurunkan sejumlah energi aktivitas yang dibutuhkan agar suatu reaksi dapat berlangsung (Tamran dan J. Abdul 2008 ;)
Pada percobaan 2 reaksi antara kalium iodida dan merkuri klorida.
Terjadi perubahan warna orange, setelah dicampurkan dan diaduk secara perlahan, kemudian diaduk dengan kuat sekali, menjadi warna orange yang merata kemudian ditambahkan 1 ml air, partikelnya mengecil sehingga warnanya menjadi lebih pekat. Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi. Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat (peevee veedies 'jutexmuetz’ 2009).      
Pada percobaan 3 reaksi antara kalium permanganat dan asam oksalat.
Tabung
Temperatur
Waktu
1
2
Tidak dipanaskan
Dipanaskan
13 detik
10 detik

KMO4 yang dipanaskan lebih cepat bercampur dibandingkan dengan KMO4 yang tidak dipanaskan. Pada suhu, laju reaksi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah suhunya. Suhu juga berbanding lurus dengan laju reaksi karena bila suhu reaksi dinaikkan maka laju reaksi juga semakin besar (Wahyu 2010).

                                                                                                                                    4
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari kegiatan praktikum ini, kami menyimpulkan Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah :- Luas Permukaan Sentuh yaitu : Semakin luas permukaan bidang sentuhnya maka laju reaksi juga semakin bertambah, luas permukaan bidang sentuh berbanding lurus dengan reaksi. - Konsentrasi Pereaksi yaitu : Semakin besar konsentrasi, semakin cepat reaksi berlangsung sehingga konsentrasi berbanding lurus dengan laju reaksi.- Tekanan yaitu : Banyak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas, kelajuan dari reaksi seperti ini juga dipengaruhi tekanan. Penambahan tekanan dengan memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi, dengan demikian dapat memperbesar laju reaksi.- Suhu yaitu : Laju reaksi dapat juga dipercepat atau diperlambat dengan mengubah suhunya. Suhu juga berbanding lurus dengan laju reaksi karena bila suhu reaksi dinaikkan maka laju reaksi juga semakin besar.- Katalisator  yaitu : zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak mengalami perubahan yang kekal (tidak dikonsumsi atau tidak dihabiskan) energi aktivitas adalah energi minimum yang harus di miliki oleh partikel atau zat pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan efektif.
                                                             Saran                                            
          Saran saya apabila akan dilakukan praktikum asdos dapat menjelaskan cara kerja dengan lebih jelas, dan cara kerja pada diktat  hendaknya sesuai dengan yang sebenarnya agar tidak membingungkan.

                                                                                                                          





                                                                                                                           5
DAFTARA PUSTAKA
Bubllejutex.blogspot.com/2009/11/laporan-kimia-dasar
Krisbiyanto. Adi. 2008, Panduan Kimia Praktis SMA. Pustaka Widyautama; Jakarta
Purba. Michel.2002.Kimia Untuk SMA 2A. Erlangga : Jakarta
Tamrin dan J. Abdul. 2008. Rahasia Penerapan Rumus-Rumus Kimia. Gita Media Pres : Jakarta
Wahyustatistik.blogspot.com/2010/05/laporan-kimia-laju-reaksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar